
Mungkin aku termasuk seorang cowok yang tergolong lugu, bayangin aja saat semua temanku sudah pernah merasakan ngeseks dengan cewek sementara aku belum pernah sekalipun. Tapi aku sungguh beruntung ada seorang cewek cantik yang tanpa sengaja mengajariku bermain sex di saat yang tidak disangka-sangka. Ini benar-benar luar biasa & sungguh nikmat.... Jika kalian tertarik untuk menyimak cerita pengalaman seks aku ini silahkan baca cerita ini sampai tuntas. Semoga kalian puas membaca kisahku ini...
Namaku Arie, 22 thn. Ini adalah cerita pengalaman sex ku yang pertama. Cerita ini dimulai 3 thn yang lalu, ketika aku menjenguk temanku yang bernama Anjas. Si Anjas ini adalah temanku semasa SMA di Pulau Sumatera dulu, dan kira-kira sudah 2 tahun kamu tak jumpa. Ketika itu, ia baru saja menjalani operasi hidung. Katanya sih, ada tulang di dalam lubang hidungnya yang nongol keluar, sehingga menyebabkan ia mudah sekali terkena pilek. Dia merasa senang sekali dijenguk olehku, sebab telah lama sekali kami tak berjumpa, dan kemudian ia memberiku alamat tempat kostnya di bilangan Jakarta Utara.
Sebulan kemudian, Anjas menelfonku. Ia memberi tahu, bahwa Gugus, teman semasa SMA kami dulu, sedang ada di Jakarta. Si Gugus ini sedang PKL selama 3 bulan di President Hotel. Ia mengajakku untuk menjumpainya, dan kebetulan tempat tinggal si Gugus dekat sekali dengan daerah rumahku, di bilangan Cempaka Putih JKT Pusat. Kamipun berjanji bertemu di pasar Cempaka Putih, dari situ, kami berjalan kaki yang jaraknya kira-kira 50 meter dari pasar. Akhirnya, tiga sahabat semasa SMA dulu pun berkumpul lagi, Aku , Anjas dan Gugus.
Kami ngobrol ngalor-ngidul sampai larut malam. Si Anjas banyak bercerita tentang diskotik-diskotik di Jakarta yang kerap kali ia datangi, kemudian tentang pe'cun-pe'cun , dll. Setelah itu, Aku dan Anjas berjanji untuk mengajak Gugus jalan-jalan keliling Jakarta. Akhirnya, seminggu kemudian, kami bertiga jalan. Pertama aku menjemput Gugus, dan kemudian kami berdua menjemput Anjas di tempat kostnya. Dari situ, kami bertiga, ditambah seorang lagi teman si Anjas, Roy namanya, menuju salah satu Diskotik di bilangan Tj. Priuk JKT Utara, yang jaraknya sangat dekat dari Kost si Anjas.
Ini adalah kali pertamaku masuk ke dalam Diskotik. Dan ternyata aku betul-betul merasa tidak nyaman dengan suasana di dalam Diskotik. Suara musik yang hingar bingar membuat telingaku pekak dan kepalaku pusing melihat permainan lampu sorot yang ramai itu. Tapi untuk solidaritas, aku ikuti saja kemauan ketiga orang itu. Kemudian kami pun duduk di salah satu sudut ruangan, dan si Anjas memesan minuman. Enggak tanggung-tanggung, dia memesan 5 botol bir bintang, yang botolnya kayak botol sirup itu, serta 2 botol bir hitam dan satu botol coca-cola.
Ini juga pengalamanku yang pertama meminum minuman beralkohol ini. Walaupun sudah dicampur dengan Coca-cola, rasanya tetap saja aneh sekali, ada rasa-rasa pahitnya. Aku heran, kenapa orang-orang pada suka minum-minum bir, yang bagiku aneh rasanya ini dan cendrung tidak enak. Saat itu, aku menjaga agar aku tidak minum terlalu banyak, supaya enggak mabok !
Tak berapa lama, si Anjas dan Roy berdiri dan pergi entah kemana, tapi kemudian ia balik lagi dengan membawa 4 orang cewek. Setelah diperkenalkan satu persatu, ada satu cewek yang menarik perhatianku. Namanya Jenny, ia coki dan tubuhnya bahenol sekaleeh. Di bawah lampu sorot, tampak wajahnya yang imut-imut. Dan ia tampak lengket sekali dengan si Anjas. Aku suka gaya bicaranya yang aneh, ia suka menambahkan kata "Nek.." di setiap akhir kalimatnya. Setelah kutanya Roy, ternyata ia adalah pacar si Anjas.
"Anjirrr.. pinter juga lo nyari cewe 'Njas..", kataku dalam hati. Si Roy kemudian menawarkan inex buat tripping. Aku yang paling culun disitu, dengan sopan menolak tawarannya, minum bir saja sudah cukup bagiku. Akhirnya, kami berdelapan ajojing. Diam-diam aku iri sama si Anjas.. dia dapet cewe yang cakeeepp banget, sedangkan aku dapet Vita, cewe yang biasa-biasa saja, malah cendrung gemuk badannya.
Selama si Gugus berada di JKT, beberapa kali kami main ke Diskotik, aku hanya ikut-ikutan saja, selain menemani si Gugus, niatku adalah dapat melihat si Jenny, cewe coki yang imut itchu. Hingga akhirnya, aku dan Jenny pun dapat berteman akrab, seperti aku berteman akrab dengan si Anjas. Si Anjas anaknya memang cool, sehingga kalo aku ajojing berpasangan dengan si Jenny, no big deal for him.
Tetapi setelah si Gugus pulang ke Jogja, aku jadi males ikut-ikutan si Anjas main ke Diskotik, hingga akhirnya aku sama sekali 'gak ke diskotik lagi. Aku menolak dengan sopan setiap kali Anjas mengajakku ke diskotik. Walaupun begitu, aku sering main ke kost si Anjas. Di situ, aku suka ngumpul-ngumpul sama temen-temen Anjas, maen gaple lah, nonton bola lah, nonton bokep atau maen Play Station (PS) rame-rame. Kadang, mereka suka cerita-cerita pengalaman mereka ML (making love). Aku, yang saat itu masih polos, ketawa-ketawa saja mendengar cerita mereka, walau kadang-kadang, kontolku suka berdiri juga dengerin cerita seru mereka.
Cerita-cerita mereka itu aku serap, dan kadang timbul keinginan untuk ML, tapi mau ML sama siapa ?? Sama pe'cun kramtung.. hiii enggak lah yaw.. Kadang-kadang, si Jenny suka dateng ke kost si Anjas. Aku suka mergokin mereka cipo'an di kamar sambil tangan si Anjas 'berpetualang' di bagian-bagian tubuh si Jenny. Tapi dasar si Anjas orangnya cuek ajah, kadang kalo kami lagi bertiga di kamar, aku lagi maen PS atau nonton CD, dia dengan cueknya cipo'an kadang sambil ngeraba-ngeraba toket si Jenny atau tangannya masuk kedalam celana/rok si Jenny.
Kalo udah gitu, aku suka risih ngeliatnya, dan aku pura-pura 'gak nengok ke arah mereka. Pernah sekali waktu, aku dateng ke kost si Anjas, kulihat di depan kamarnya ada sendal si Jenny, tetapi ketika pintu mau kubuka, ternyata terkunci dari dalam. Aku tempelkan kupingku ke pintu, kudengar samar-samar suara rintihan dan erangan. Upsss.. lagi ML rupanya. Aku pun maklum, kemudian buru-buru ke kamar lainnya. Kutunggu sampai mereka selesai ML.
Pada suatu hari, si Anjas bilang kepadaku kalo minggu depan dia mau pulang ke Medan, katanya sih kakaknya mo kawin di sana. Jadi dia nitip kunci kamarnya ke aku. Aku sih oke-oke aja. Katanya sih dia cuma seminggu di Medan. Selama si Anjas pergi, kalo aku suntuk dirumah, aku pasti ke kost dia. Tapi pada hari ketiga, hari yang tak kusangka sama sekali. Ketika itu, siang-siang aku datang ke sana.
Kost si Anjas kalo siang suka sepi, kebanyakan anak-anaknya pada pergi kuliah. Ketika pintu kamar ku buka, eeeh.. ada si Jenny di dalam, lagi maen PS. Doi cuma pake 'you can see' dan celana pendek jeans. Aku awalnya terkejut, tapi kemudian kusapa dia. Kemudian kamipun ngobrol sambil main PS berdua. Obrolan kami makin lama makin ke arah yang ngeres-ngeres, dari awalnya dia bertanya, apakah aku sudah punya pacar apa belum , sampai kemudian dia bilang punya pacar itu enak nek, bisa disayang-sayang, dielus-elus, bisa dijagain, diperhatiin, diciumin.. dientotin..
"Whaaat ?? ", kataku sambil terkejut. "Iya nek, bisa dientotin, dipuasin.. ngilangin stress nek", katanya sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya yang super-putih dan mulus itu. Aku perhatiin kaki yang mulus itu, 'gak ada bulunya sama sekali, pokoke belum pernah aku lihat sebelumnya kaki indah seperti itu. Biasanya, kaki cewe-cewe coki yang pernah kulihat, pasti ada totol-totolnya, kayak bekas digigit nyamuk atau bekas cacar, tapi beda dengan kaki doi yang .. my god... tak pernah tergores sedikitpun.
Aku perhatiin jari-jari kakinya yang tampak rapi terawat.. ternyata doi pedicure kuku-kuku jari kakinya hingga bagiku itu tampak sangat seksi sekali. Dari pemandangan daerah kaki itu saja, sudah membuat kontolku tegang, sehingga tampak tonjolan di selangkanganku, ini membuatku salting. Aku coba merubah arah pembicaraan. "Jenn... bungkusan item, apan tuh isinya ??", tanyaku mencoba membelokkan arah pembicaraan.
"Ooh itu.. tadi Jenny nyewa CD nek.. tadinya Jenny mo nonton CD.. loe mo nonton juga ??", kata Jenny sambil merangkak ke arah PS, dan kemudian mulai menyetel film. Aku perhatiin Jenny yang merangkak, pantatnya yang berisi... pahanya yang kencang... Ooohh.. 'gak ku-ku.. kontolku makin menyesaki celana dalamku.
Setelah film di-play, ternyata.. Film bokep !! Aduh mak..!! Aku makin 'gak tenang.. jantungku berdebar 'gak karuan.. Bayangin aja, nonton bokep sama cewe..dan ini bukan sembarang cewe, sama si Jenny ! Tapi aku berusaha stay cool aja.. walau kontolku udah berdenyut-denyut, berusaha keluar dari sesaknya celana dalamku. Tampak di TV, cewe-cowo' melepas satu-satu pakaiannya.. Kemudian si cewe ngisep batang cowo'nya sambil berjongkok... Sambil ngisep, tangan si cewe ngeremas-remas toketnya sendiri.. betul-betul MERANGSANG NAFSU !
Wow, ini benar-benar membuatku terangsang.... Fantasi seks aku sudah mulai jauh, pikiranku sudah mulai membayangkan seandainya saja aku dan Jeny yang berada di sampingku ini melakukan adegan hot seperti yang sedang kami tonton itu. Tampaknya Jeny pun mulai terpengaruh oleh adegan yang sedang kami lihat. Ekspresi wajahnya tampak kalau dia sudah merasa horny.... Dan... BERSAMBUNG.... BAGIAN 2 KLIK DI SINI!





0 komentar:
Poskan Komentar